GEREJA ITU MILIK SIAPAKAH ?

church Gereja sebagai gedung atau bangunan, dalam mana ibadat-ibadat didakan, adalah milik keuskupan (pada umumnya).

Tetapi Gereja adalah juga  persekutuan umat Allah. Allah bukan milik suatu bangsa secara khusus. Gereja merupakan benih dan awal Kerajaan Allah dan bertanggungjawab untuk mendatangkan Kerajaan Allah itu dengan sepenuh-penuhnya sepanjang masa sampai akhirnya bersatu dengan Rajanya dalam kemuliaan (bdk. “Lumen Gentium”, 5). Seorang menjadi anggota  umat Allah bukan melalui kelahiran jasmani, melainkan melalui kelahiran baru ‘kelahiran dari atas’, ‘dari air dan roh’ (Yoh 3: 3-5), artinya oleh iman kepada Kristus dan Pembaptisan.  Dan Gereja itu (=seluruh umat Allah itu) mempunyai perutusan yaitu menjadi ‘garam dan terang dunia.’ Bagi seluruh bangsa manusia Gereja merupakan benih kesatuan, harapan, dan keselamatan yang amat kuat (Katekismus, 782). Memang itu cita-citanya sesuai dengan apa yang dilakukan Yesus dalam Injil. Di mana Yesus muncul, di situ orang selamat, damai, diampuni, dikasihi. Begitu pula seharusnya di mana Gereja, umat Allah itu, muncul, di situ ada pengampunan, kedamaian, keselamatan, kerahiman dan kasih.

Kiranya sudah jelas bahwa Gereja itu sebagai persekutuan umat Allah bukan milik seseorang, bukan milik Paus bersama para uskup dan para imam.  Rasul Paulus menegaskan bahwa Gereja adalah Tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya (1Kor 12: 27). Kita bersama-sama merupakan Gereja, atau tubuh Kristus dengan tugas yang berbeda-beda. Gereja bersatu dengan Kristus. St. Agustinus berkata, “Marilah kita bergembira dan berterima kasih bahwa kita tidak hanya menjadi Kris-ten, atau pengikut Kris-tus. (‘Kris’, dari bahasa Yunani, berarti ‘terurapi’), tetapi kita menjadi Kristus (orang terurapi) sendiri. Apakah saudara-saudari mengerti dan memahami rahmat yang diberikan Allah kepada kita, ketika Ia memberikan  Kristus sebagai Kepala? Kagumilah dan bergembiralah karena kita sudah menjadi Kristus. Karena kalau Ia kepala, maka kita menjadi anggota-anggota-Nya. Apa arti Kepala dan anggota-anggota? Kristus dan Gereja. Semuanya itu adalah satu. Kita bersatu dalam Kristus. Hal itu berarti ??? Ayooo, mari kita melihat dalam Kitab Suci.

Gereja diumpamakan dengan kandang domba. Pintu masuk ialah Yesus sendiri. Dialah pula Sang Gembala yang menuntun dan memelihara domba-domba, bahkan mengorbankan hidup-Nya bagi keselamatan mereka. Semangat yang sama diharapkan dari anggota-anggota “kawanan” itu….Rela berkorban untuk keselamatan sesama.

Gereja diumpamakan dengan pokok anggur dan cabang-cabangnya. Yesuslah pokok anggur, cabang-cabangnya adalah angota umat beriman. Pokok itu memberikan hidup dan kesuburan kepada cabang-cabangnya. Begitu pula diharapkan bahwa ranting itu memberikan hidup dan kesuburan kepada sulur-sulurnya.

Gereja diumpamakan dengan suatu bangunan di mana Kristus adalah batu penjurunya (Mat 21:24; Kis 4:11). Atas dasar ini Gereja telah dibangun oleh para rasul sebagai “keluarga Allah” (Tim 3: 15), “kemah Allah di tengah-tengah manusia” (Why 21: 3). Dalam “rumah rohani” itu para beriman sebagai “batu-batu hidup” (1Ptr 2: 3).

Gereja juga digambarkan sebagai mempelai yang tidak bercela, yang dicintai dan dikuduskan oleh Kristus (Ef 5: 25-29).

Rasul Pertus berkata: “Biarlah kamu dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani, yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah” (1Ptr 2:5). Maksudnya:

Kita telah dikuduskan oleh Kristus  (melalui sakramen Baptis dan Krisma) dan karena itu  kita termasuk imamat umum; kita semua sebagai umat Allah adalah imam. Maka kitapun, sebagai umat Allah, Gereja,  seperti Kristus, dapat dan harus menguduskan orang dan dunia sebagai saksi Kristus dan menyelamatkan di mana pun kita hidup dan berada. Kita bertanggung jawab atas kemajuan Gereja,  sebab Gereja adalah milik kita bersama. Kemajuan Gereja adalah kalau manusia dan dunia lebih damai, lebih selamat, lebih memancarkan kasih  dan kerahimanAllah, seperti Yesus pada zamannya lakukan.

Kesimpulan: Gereja sebagai gedung biasanya milik keuskupan. Gereja sebagai keluarga yang percaya kepada Allah dan utusannya Yesus Kristus, adalah milik kita bersama. Maka kita bersama-sama (dengan Kristus sebagai Kepala) harus bertanggung jawab atas keselamatan di dunia ini. Atau seperti Yesus berkata: atas penegakan Kerajaan Allah di dunia.

 

oleh :

Pst. Fons Bogaartz, OSC


Copyright Paroki St. Laurentius - Keuskupan Bandung - 2012 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "parokilaurentiusbdg.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial.

Advertisement

Ads Here

No comments.

Leave a Reply

*