Pelayanan Yang Terbagi, Lantas Bagaimana ?

268

Ciri khas kita sebagai manusia beriman adalah memiliki pengharapan. Ia hidup, bergerak dan menggunakan pertimbangan sebagai buah pemikirannya. Kita percaya tanpa memiliki daya, kekuatan dan harapan seorang akan berjalan dalam kehampaan, kekosongan dan akhirnya merasa bosan dan tak berkembang. Tahun 2017 dengan segala pengalaman hidup menjadi sebuah kenangan dan kini tahun 2018 adalah sebuah  kenyataan yang harus dijalani demi perjuangan dengan kembali harus menghadapi tantangan yang baru. Di tahun baru ini kita akan mengalami apa, akan menjadi seperti apa dan bagaimana keadaanku adalah sebuah misteri, tak pernah ada yang memastikan dan menentukan kapan saatnya dan seperti apa.

 

Melihat sejenak hari ini di tahun baru 2018 tak ubahnya seperti hari yang telah lewat. Terkesan sama dan bahkan akan serupa dengan kemarin-kemarin. Apalagi melihat keadaan di dunia kita ini, tidaklah pasti dan makin bahaya. Situasi ekonomi dunia tidak stabil dan tidak dapat diprediksi. Nilai-nilai berharga dari kehidupan, kebebasan, kebersamaan makin terusik dan pengejaran akan kebahagiaan sedang diserang oleh mereka yang ingin membatasi hak pilihan. Keadaan ini membuat kita khawatir, bingung dan tak tentu sehingga marilah kita memperkuat diri dengan mau mendorong diri sendiri untuk menggunakan segala daya keterampilan dan bakat kita untuk menciptakan cara-cara baru dan menarik dari melakukan segala sesuatu demi sebuah harapan. Hal mana yang harus diambil dan dilakukan sebagai yang utama.

 

Sebagai pribadi manusia kini situasi kritis menyangkut standar-standar moralitas dalam lingkup kehidupan. Moralitas memperlihatkan banyak kegagalan. Mengamati waktu-waktu yang lalu, kejadian demi kejadian bisa kita lihat. Keluarga sedang diserang dan runtuh. Kasih dalam hati pria dan wanita telah menjadi beku dan tidak alami. Ada gangguan yang berkesinambungan dalam integritas, kejujuran, dan kebajikan dari para pemimpin politik, bisnis, dan lainnya. Perang dan desas-desus perang antarbangsa dan kepercayaan meningkat. Dan bahkan lebih banyak kehancuran daripada konflik bersenjata apa pun adalah perang yang berkecamuk di antara yang baik dan yang jahat antara Juruselamat bersama bala tentara terang-Nya dengan si setan bersama para pengikut jahatnya—berusaha memengaruhi jiwa anak-anak Allah. Bagaimanakah dampak iman terhadap gerak kehidupan rohani pribadinya?

 

Suasana kebersamaan makin ditinggalkan, orang makin mencapai waktu pribadi, demi nafkah hidup dan juga waktu keluarga. Tanpa sadar pun perilaku godaan makin menerjang. Koq bisa-bisanya kenyataan memperlihatkan “Kita hidup di suatu masa ketika orang-orang yang jahat melakukan hal-hal yang mengerikan dan hina. Kita hidup di suatu masa perang kembali Kita hidup di suatu masa arogansi. Kita hidup di suatu masa kejahatan, pornografi, amoralitas.  Kita menjadi takut pada pilihan hidup, jika masing-masing memalingkan diri dari Allah. Mungkin di tahun 2018 ini kenyataan hidup justru membuat kita masih akan mengalami lebih banyak hal yang tidak menyenangkan, karena iblis melanjutkan upayanya untuk mencapai rancangan jahatnya. Sewaktu saya mempersiapkan tulisan ini, saya memohon bimbingan Roh Kudus untuk mengetahui apa pesan yang bisa menjadikan siapapun mau terlibat, berpartisipatif, berkomunikasi dan berinteraksi sehingga siapapun nantinya bisa mempersembahkan keseimbangan rohani dan jasmani, kegiatan rutin dan social serta rindu untuk menjadi keluarga besar umat Allah. Apalagi tahun 2018 adalah Tahun keluarga yang mau saling berbagi.

 

Saya dapat mengerti situasi sekitar kita makin terisi dengan berbagai kesibukan, keruwetan dan transportasipun tidak selancar seperti dulu. Semuanya membuat kita makin menilai dan memiliki pilihan hati sendiri. Ada banyak ketidakpastian karena situasi yang menjadi semuanya demikian. Tetapi, sebagai pribadi beriman terlebih di tahun 2018 ini apapun harus dihadapi, walau di tengah-tengah semua konflik batin dan pikiran, perjuangan-perjuangan hidu, dan pengaruh-pengaruh jahat di dunia, masih ada banyak hal yang bisa menyejukkan hati dan kebaikan.

 

Marilah di tahun 2018 ini kita adalah saudara seiman, satu keluarga terlebih satu perjalanan yang satu. Maka sewaktu kita memikirkan tentang masa depan, pikiran dan hidup kita hendaknya dipenuhi dengan iman dan harapan. Senantiasa ingatlah bahwa Yesus Kristus—Pencipta alam semesta, arsitek dari keselamatan kita, dan kepala Gereja ini—memegang kendali. Dia tidak akan membiarkan pekerjaan-Nya gagal. Dia akan berjaya melawan segala kegelapan dan kejahatan. Dan Dia mengundang kita semua, anggota Gereja-Nya dan orang lain yang jujur hatinya, untuk bergabung dalam pertempuran bagi jiwa-jiwa anak Allah. Seiring dengan semua yang lain yang akan kita lakukan dalam kehidupan, kita juga harus mendedikasikan dan menguduskan hati, daya, pikiran, dan kekuatan kita dalam urusan-Nya, berjalan dalam iman dan bekerja dengan keyakinan.

 

Hadapilah masa kini dan masa yang akan datang dengan sikap optimis. Kita percaya disaat kita berdiri diambang tahun yang baru ini sebuah era pertumbuhan,kemakmuran dan kelimpahan akan dialami. Kecuali terjadi bencana atau krisis internasional yang tak terduga, saya pikir beberapa tahun ke depan akan membawa kebangkitan dalam dunia perekonomian sewaktu penemuan-penemuan baru dibuat dalam komunikasi, obat-obatan, energi, transportasi, fisika, teknologi komputer, dan bidang-bidang upaya lainnya. Banyak dari penemuan ini, sebagaimana di masa lalu, akanlah sebagai hasil dari Roh membisikkan wawasan dan mencerahkan pikiran dari individu-individu yang mencari kebenaran. Dengan penemuan-penemuan dan kemajuan-kemajuan ini akan datang kesempatan pekerjaan baru dan kemakmuran bagi mereka yang bekerja keras dan terutama bagi mereka yang berusaha untuk menaati perintah-perintah Allah.

 

Untuk itu, kini saatnya mari di awal tahun yang baru ini, lebih indah dan baik jika kita melihat dan merenungkan bagaimana saya dalam keluarga, lingkungan, wilayah dan kehidupan beriman di Paroki bahkan di komunitas-komunitas yang sekarang saya ikuti. Sudahkah saya bergabung atau kini saatnya juga saya melibatkan diri. Kapan lagi inilah saatnya untuk berbuat dan memilih. Percayalah sewaktu kita  memilih dan melangkah dalam keterlibatan diri dalam pelayanan pun, itulah dunia baru kita yang memberikan harapan. Pilihan akan selalu ada di depan kita,  dan nikmatilah rahmat Tuhan dengan selalu yakin bahwa siapapun yang terlibat dan mau menggabungkan dalam pelayanan di tengah-tengah kesibukan kita, dialah yang akan mengalami sukacita. Namun mereka yang mencari kekayaan untuk membangun ego mereka sendiri akan menemukan harta mereka menjadi licin dan mudah hilang dalam cara-cara yang tidak bijaksana. Kesejahteraan jiwanyapun cepat atau lambat akan dalam bahaya besar.

 

Nasehat rohani bisa menjadi pertimbangan kita bahwa Tuhan kita tidak mengatakan kepada kita bahwa kita hendaknya jangan makmur atau bahwa kemakmuran itu dosa. Sebaliknya, Dia telah senantiasa memberkati anak-anak-Nya yang patuh. Namun Dia memberi tahu kita bahwa kita hendaknya mencari kemakmuran hanya setelah kita mencari, menemukan dan melayani-Nya. Jika kita memilih untuk mencari kekayaan demi kepentingan kekayaan, kitapun akan gagal. Kita tidak akan pernah merasa puas. kita akan menjadi hampa, kita tidak pernah menemukan kebahagiaan sejati dan sukacita yang langgeng. Sekalipun susah atau bingung apa yang menjadi pilihan pelayanan dan keterlibatan kita, mari kita tengahkan tangan dan dalam keheningan cobalah serahkan kehendak kita kepada kehendak Allah dan biarkan itu terus menerus dipersembahkan dalam kehendak-Nya. Sewaktu kita terus menerus maju dengan ketabahan di dalam Kristus, memiliki kecemerlangan harapan yang sempurna, dan kasih bagi Allah segala   sesuatu akan bekerja bersama demi kebaikanmu.

 

Selamat menjalani tahun yang baru dan selamat menikmati rahmatNya sehingga kitapun berusaha untuk mengembangkan diri tapi juga berani mengembangkan persaudaraan kita melalui kegiatan-kegiatan yang kita ikuti demi kesukaan, kecintaan tapi juga kepeduliaan kita.

 

oleh,

Pst. S. Budi Saptono, OSC


Copyright Paroki St. Laurentius - Keuskupan Bandung - 2012 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "parokilaurentiusbdg.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial.

Advertisement

Ads Here

No comments.

Leave a Reply

*