Komunitas Basis, Sarana Ampuh bagi Kesaksian Pewartaan Jaman Sekarang

coy2 Siapakah sebetulnya pewarta sabda Tuhan? Bapak Paus? Bapak Uskup? Pastor? Katekis? Guru di sekolah? Jawabannya “ya” dan “tidak”. Kalau hanya merekalah pewarta sabda….ya sudahlah, biar mereka belajar dengan baik untuk mewartakan sabda Tuhan dengan lebih baik, lebih menarik dan lebih meyakinkan. Dan semoga kata-kata yang mereka ucapkan mencerminkan hidup sehari-hari mereka. Tetapi jangan lupakan bahwa kita, ketika menerima sakramen baptis, juga diangkat menjadi pewarta sabda Tuhan. Pada saat dibaptis kita semua dilibatkan dalam karya misioner Gereja. Kita masing-masing dan bersama-sama harus mewartakan sabda Tuhan. Tetapi, kata orang, saya tidak mempunyai pendidikan seperti seorang pastor….Bagaimana saya dapat mewartakan? Para pastor di seminari tinggi belajar filsafat dan teologi, ilmu sosiologi dan psikologi, katekese dan Kitab Suci, padahal saya cuma lulusan SMP, saya seorang buruh kerja kasar, saya pemalu dan pendiam, saya ibu rumah tangga yang biasa-biasa saja, dst. Memang ada banyak alasan untuk mengundurkan diri dari tugas misioner dan tugas pewartaan tersebut. Tapi kalau begitu kita belum begitu mengerti apa yang dimaksudkan dengan “pewartaan sabda Tuhan”, dan kita belum sadar bahwa kita ini seorang misionaris. Kita terlalu mudah menghubungkan dan menyamakan pewartaan itu dengan harus “omong”, harus berkhotbah, harus mengajar dan seterusnya. Padahal kegiatan itu cuma salah satu sisi dari pewartaan itu. Pewartaan atau misi itu perlu kita laksanakan di dalam rumah, di dalam keluarga kita, di lingkungan pekerjaan kita SAMBIL dengan itu membentuk Gereja basis, Gereja rumah tangga,  Gereja keluarga. Tempat-tempat itu unik, keluarga saya unik, tempat kerja saya unik karena dipenuhi orang-orang yang unik juga.

Pewartaan itu tidak berhenti di dalam gedung gereja, Tempat itu adalah bagaikan tempat pembekalan di mana saya memperoleh input (firman), peneguhan (“Tuhan sertamu”), dan saya dikuduskan (Komuni Suci), tetapi di situ saya menerima juga “BERKAT” dan “PENGUTUSAN”!!!! Dua hal yang tak terpisahkan. Saya diutus secara resmi oleh Gereja sebagai orang unik yang terberkati, ke tempat-tempat  di mana saya hidup dan berkarya. Di situlah perlu saya mewartakan, saya mempunyai misi, saya mewujudkan tanggung jawab saya supaya kerajaan Allah ditegakkan.

Gereja sering dilihat sebagai lembaga saja. Bahkan sebagai lembaga yang

kaya yang seakan-akan jauh dari masyarakat dan tidak memperhatikannya. Para pastor, mau tak mau, sering dianggap sebagai bagian dari lembaga itu. Para pastor sering dianggap sebagai orang di luar masyarakat. Dan pewartaan, karya misioner mereka menurut banyak orang terbatas pada apa yang mereka katakan dan lakukan di dalam gedung gereja. Umatlah yang membawa sabda Tuhan keluar, ke dalam masyarakat, ke tempat di mana mereka hidup dan berkarya, bukan dengan “omong” saja tetapi dengan cara mereka bergaul, berkarya, menanggapi dan menyikapi lingkungan kecil mereka  itu. Itulah cara pewartaan mereka yang unik dan berbeda dengan pewartaan dari pemimpin umat di Dlam gereja. Mereka dapat melihat on the spot kebutuhan, harapan, kekecewaan dan kesakitan lingkungan kecil itu sebab mereka hidup dan berkarya di tengah-tengah orang itu. Keadaan mereka, situasi yang mereka hadapi berbeda sekali dengan situasi di dalam gedung gereja. Mereka harus “menterjemahkan” bahasa Gereja ke dalam bahasa masyarakat, dengan  sikap dan perbuatan, dengan kepekaan akan kebutuhan lingkungan mereka pada saat tertentu. Mereka itu bisa kuat dalam pewartaan seperti itu karena, mudah-mudahan, didukung oleh keluarga, karena bisa bekerja sama dengan warga lingkungan lain,  karena telah dibekali, dikuduskan, diberkati dan diutus oleh Gereja, oleh Yesus Kristus yang selalu menyertainya. Sungguh, keluarga sebagai Komunitas basis adalah sarana unik dan ampuh untuk mewartakan firman Tuhan.

 

Oleh: Pst. A. Bogaartz, OSC


Copyright Paroki St. Laurentius - Keuskupan Bandung - 2012 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "parokilaurentiusbdg.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial.

Advertisement

Ads Here

No comments.

Leave a Reply

*