Komunitas Basis Gerejani

toleransi_beragama2

Tahun 2017 adalah hadiah istimewa bagi kita. Selamat memasuki tahun baru 2017 ini, dan selamat menikmati rahmat Tuhan dalam suasana baru yang entah .. kitapun akan mendapatkan apa yang luar biasa dalam hidup kita. Kita serahkan sepenuhNya ke dalam tangan dan kehendakNya.  Kalau kita renungkan, ternyata banyak hal yang telah kita lalui; senang dan tidak senang, sedih dan kegembiraan bahkan entah itu baik maupun yang buruk sekalipun. Sebagian doa-doa kita mungkin telah dijawab dan sebagian lagi belum ada jawabannya. Masalah yang lalu telah dilalui, tetapi ada masalah lain yang terus berdatangan. Tahun ini saya merasakan dan mengalami apa kitapun tak tahu, itu semua HTT … alias Hanya Tuhan Tahu. Pokoknya memasuki tahun yang baru, janji Tuhan bagi umatNya tetap berlaku sepanjang segala masa. Dia Tuhan kita adalah Emanuel yang akan senantiasa memberikan rancangan damai sejahtera bagi umatNya yang setia mengasihi Dia. Satu hal yang harus kita yakini bahwa ketika kita sungguh-sungguh berbalik dari jalan-jalan kita yang jahat, Tuhan kita akan memberikan hati yang baru dan roh yang baru dalam hidup kita. Dia akan memberikan kemampuan bagi kita agar kita dapat hidup taat seturut dengan FirmanNya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Di tahun 2017 ini Keuskupan Bandung masih menempatkan fokus pastoral keluarga yaitu Keluarga Bersekutu dalam Komunitas Basis Gerejani. Komunitas Basis dimaknai sebagai keluarga atau komunitas umat beriman berdasarkan kedekatan tempat tinggal (teritorial) dan kesamaan kategori (kategorial). Dalam komunitas ini harusnya satu sama lain sering bertemu karena tinggal berdekatan atau karenanya ingin berada dalam kategori sejenisnya. Umat basis ini perlu terus menerus diberdayakan agar semakin meningkatkan kualitas iman, persaudaraan dan pelayanannya. Berkenaan dengan fokus pastoral ini sebagai titik kebijakannya yaitu Umat Allah di Keuskupan Bandung memastikan komunitas basis sebagai cara hidup menjemaat yang sehati sejiwa , berbagai sukacita, serta terbuka pada komunitas lain untuk bertemu dengan Allah, serta melayani umat dan masyarakat. Mengapa Keuskupan Bandung menempatkan fokus ini tentunya, diharapkan gerak dan derap langkah bersama kita memiliki tujuan untuk menghidupkan komunitas basis itu sendiri dalam hidup meng Gereja. Maka diharapkan kita sebagai umat Paroki Santo Laurentius artinya dalam persekutuan umat beriman di tingkat lingkungan dan wilayah bahkan komunitas-komunitas yang masuk dalam lingkup Keuskupan Bandung, harus mau dan dibentuk secara tetap. Keluarga dalam lingkungan yang telah ditentukan dalam batas-batas geografisnya harus menyusun berbagai kegiatan perencanaan sebagai strategi pastoralnya. Paling tidak para pastor dengan Dewan Pastoralnya berusaha, dari mulai pribadi yang dibaptis, keluarga yang disahkan dalam pernikahan katolik kemudian bergabung dalam lingkungan. Oleh karenanya sudah seharusnyalah:

  1. Memberdayakan komunitas itu sendiri yang ada (lingkungan dan kategorialnya) dengan roh dan semangat komunitas basis.
  2. Membekali para pengurusnya agar menguasai kepemimpinan dan spiritualitas komunitas basis.
  3. Memfokuskan kegiatan-kegiatan dan pembinaan dalam komunitas basis.

 

Kita ingat bahwa keistimewaan dalam Gereja katolik adalah karena kekuatan hierarkinya, artinya Dasar, Struktur, Fungsi dan Corak Kepemimpinan dalam Gereja Katolik itu jelas dan menyatu. Kepemimpinan dalam Gereja pada dasarnya diserahkan kepada hierarki yang berasal dari Kristus sendiri.  Para uskup menggantikan para rasul sebagai penggembala Gereja menjadi gembala dalam GerejaNya hingga akhir zaman. Tugas utama para uskup adalah pewartaan Injil dan memimpin umat dalam kalangan pastoral keuskupannya. Agar tugas ini bisa berjalan dengan baik maka uskup dibantu oleh Imam dan Diakon. Para Imam ditahbiskan dan diberi tugas oleh uskup disetiap paroki guna menjalankan pewartaan, pelayan dalam perayaan-perayaan iman dan pelayanan umat. Komunitas Basis bisa saja hidup jika mengikuti arahan bijkasana dari para gembala hierarkinya.

 

Bagaimana dengan Paroki Santo Laurentius. Kita diperdaya dengan 31 lingkungan dalam 8 wilayah tersebar. Kelompok-kelompok kategorial  harus lebih menopang daya upaya umat sebagai wadah kehidupan rohani.  Disamping itu, agar kegembalaan di paroki bisa berjalan dengan baik dan efektif maka awam (umat) haruslah terlibat dalam kepengurusan di lingkungan atau dalam bagian-bagiannya. Dengan demikian Gereja yang satu haruslah diperjuangkan. Apalagi di tahun 2017 ini Gereja memerlukan partisipasi umat yang lebih aktif dan partisipatif. Sadarilah bahwa kesatuan Gereja sejak semula dianugerahkan oleh Kristus sendiri kepada umatNya yang di baptis ( persekutuan-GerejaNya), dan itu hanya ditemukan dalam Gereja Katolik, tetapi sekaligus kita berharap bahwa kesatuan itu dari hari ke hari bertambah erat sampai kepenuhan jaman. Maka  tidak salahlah ketika Paroki Santo laurentius pun sebagai kesatuan dengan Keuskupan  mencanangkan berbagai macam pola Pastoral. Semoga di tahun 2017 ini dengan berbagai terobosan manajemen paroki dan sistem yang diperbaharui dan didukung umat yang peduli diharapkan Paroki Santo Laurentius ini makin menumbuh kembangkan semangat iman dan makin menyadarkan kita semua.

 

Oleh karenaya bolehlah di tahun 2017 ini kita mengusahakan bersama agar:

  1. 1.       Berterimakasih dan bersyukurlah selalu atas anugerah Allah yang sangat indah dan menakjubkan, yakni: anugerah iman atas kehidupan pribadi, keluarga dan tugas-tugas yang dipercayakan.
  2. 2.       Keraplah melakukan tindakan iman, yakni: tindakan iman kepada Allah yang sederhana, iman kepada Allah Tritunggal, iman kepada Kristus yang hadir dalam Ekaristi, iman kepada apa saja yang kita yakini dan diajarkan oleh Gereja.
  3. 3.       Perdalamlah pengetahuan iman kita dengan membaca dan belajar dari buku-buku iman dan artikel-artikel yang mengulas mengenai iman Katolik, terutama bacalah Katekismus Gereja Katolik, buku Iman Katolik,  buku yang paling penting adalah Kitab Suci, yakni sabda Allah sendiri.
  4. 4.       Dalam rangka bersekutu dalam Komunitas Basis di paroki maka bergabunglah dengan kelompok-kelompok, masuklah ke lingkungan-lingkungan yang mengembangkan hidup beriman. Dalam komunitas basis ini cobalah selalu menyempatkan diri dengan membicarakan renungan-renungan atau kotbah-kotbah hari minggu yang disampaikan para pastor. Para imammu pasti menitipkan pesan-pesan moral dan spiritual yang dinamis guna ketahanan iman umat. Hadirlah dalam kelompok-kelompok yang membangun hidup beriman dengan doa bersama dan melaksanakan devosi-devosi.
  5. 5.       Ikutilah perayaan Ekaristi sekerap mungkin. Tidak ada peristiwa lain di dunia ini yang lebih berharga daripada Perayaan Ekaristi, di mana Kristus menjadi sungguh nyata hadir di dalam Ekaristi, sumber segala kesucian dan iman.
  6. 6.       Lebih dekatkanlah kesempatan hidup kita mulai kini dengan Gereja (persudaraan), yakni: dalam dan hanya di Gereja Katolik. Sebagai ibu seluruh umat beriman, Gereja Katolik melindungi dan menjaga iman kita yang berharga itu, melalui para rasul dan penggantinya dan pada pastor-pastur di paroki yang diutus dari zaman ke zaman, dari generasi ke generasi. Makin dekat dengan Gereja pastilah kita makin dekat dengan Allah Bapa, makin dekat dengan Kristus yang wakil Allah di dunia ini, dan dengan demikian makin kuatlah iman kita. Paroki Santo Laurentius adalah wadah nya gerak bersama “persekutuan ekaristi dan hati kehidupan liturgi keluarga-keluarga kristiani”. Ekaristi memberikan tempat yang cocok untuk katekese anak dan orangtua.”
  7. 7.       Akhirnya, banggalah dan hayatilah iman kita. “Iman tanpa perbuatan adalah kosong.” (Yak 2: 26). Maka kini, bagaimana kita dapat menghayati iman kita untuk dan di tahun 2017 ini? Apakah aku mulai mau membaca dan belajar dari kisah kehidupan para santo/santa yang memperlihatkan keperkasaan iman mereka yang dihayati di dalam hidupku sehari-hari?

 

Saya berharap semoga di tahun yang baru, di tahun 2017 ini, Paroki Santo Laurentius lebih berkembang. Berkembang dalam persaudaraan dan kebersamaan dan paling pokok berkembang dalam iman yang kita miliki ini. Marilah kita saling mendoakan terlebih dalam cita-cita pengembangan paroki kita yang mengingingkan sebuah Gedung Gereja yang baru, marilah kita dukung panitia dan pribadi-pribadi yang terus berjuang demi cita-cita kita. Kita berdoa setiap saat untuk mereka semua. Percayalah semakin kita melibatkan Tuhan semakinlah dapat melihat Allah berada di mana-mana, di dalam ciptaan, di dalam diri banyak orang, di dalam alam semesta yang indah, di dalam peristiwa sehari-hari yang serba biasa. Bersekutulah dalam Komunitas Basis sebagai wadah kebersamaan dalam derap langkah bersama. Tidak saatnya lagi sekarang kita santai, tahun ini adalah tahun perjuangan bagi kita semua. Bedoalah selalu untuk dunia kita, untuk sesama kita. Kalau kita tidak dapat menghayati iman melalui doa dan tindakan dan tidak berjuang bersama dalam gerak bersama, tidak ada penderitaan lagi yang dapat kita persembahkan di dalam kesatuan dengan Kristus yang menderita untuk orang lain, tidak ada pekerjaan yang dapat kita laksanakan di luar iman, tidak ada bagian hidup ini yang dapat diangkat demi kehidupan keabadian. Maka di tahun yang baru ini, marilah setiap perencanaan kita, langkah hidup kita dan apapun gerak hidup kita yang di mulai dari pribadi, keluarga, lingkungan, wilayah, kategorial kita meniru cara hidup seperti para Rasul, yaitu kita harus selalu senantiasa berdoa: “Tuhan, tumbuhkanlah iman kami.” Selamat menikmati hidup di tahun yang baru ini. Selamat berjuang.

 

Oleh :

Pst. S. Budi Saptono,OSC


Copyright Paroki St. Laurentius - Keuskupan Bandung - 2012 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "parokilaurentiusbdg.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial.

Advertisement

Ads Here

No comments.

Leave a Reply

*