MUDA YANG MELAYANI

mengapa-harus-melayaniSetiap orang mempunyai suatu misi, apalagi kita, tua dan muda, sebagai pengikut Kristus, pemuda dari Nazaret itu. Sebagai murid-Nya kita semua mau meneruskan karya misioner Dia, karya pelayanan-Nya, bukan? Misi saya adalah seperti misi Yesus, yaitu berada di hati orang lain, di hati umat. Misi itu bukan hanya menjadi bagian hidup saya, atau seperti lencana yang bisa saya lepas. Misi saya bukan waktu tambahan hidup saya. Tetapi misi pelayanan itu adalah sesuatu yang yang tidak bisa saya cabut  dari keberadaan saya, selain dengan cara menghancurkan diri saya. SAYA ADALAH SEBUAH MISA DI BUMI, ITU ALASAN SAYA BERADA DI BUMI. Saya harus mengakui bahwa saya sudah disegel, bahkan dicap oleh misi pelayanan untuk membawa cahaya, berkah, menghembusi hidup baru dan menyemangati, meringkan beban, menyembuhkan dan membebaskan. Di sekitar kita, melihat perawat-perawat dengan hati, guru dengan hati, politisi dengan hati, orang-orang yang dengan sepenuh hati telah memilih untuk hidup bersama dan untuk orang lain. Mereka tidak sibuk dengan dirinya sendiri. Tetapi jika kita memisahkan pekerjaan dan kewajiban dari kehidupan pribadi, segalanya menjadi abu-abu dan kita akan selalu mencari pengakuan atau penegasan atas kebutuhan-kebutuhan. Lalu kita berhenti menjadi umat Allah.

Supaya dapat berbagi kehidupan dengan orang lain dan dengan murah hati memberikan diri, kita juga harus menyadari bahwa setiap orang pantas menerima dedikasi dan pelayanan kita. Bukan karena penampilan fisiknya, kemampuannya, bahasanya, pandangan hidupnya, atau kepuasan yang dapat diberikannya kepada kita, tetapi lebih-lebih karena mereka adalah buatan tangan Allah, mahkluk ciptaan Allah. Mereka mencerminkan sesuatu  dari kemuliaan Allah. Setiap orang adalah sasaran kelembutan hati Tuhan yang tanpa batas. Tuhan sendiri hadir di dalam kehidupan mereka. Yesus wafat di salib untuk orang itu juga. Setiap orang adalah mahluk kudus dan berhak menerima kasih kita. Kalau saya mampu membantu, melayani,  seseorang untuk memiliki kehidupan yang lebih baik, itu sudah membuat persembahan hidup saya berkenan pada Tuhan. Sungguh indah menjadi umat, seorang pemuda atau pemudi Allah yang setia. Kita menerima kepenuhan hidup, kita paling berbahagia, bilamana kita meruntuhkan tembok-tembok, dan bilamana hati kita penuh berisi wajah-wajah dan nama-nama….YANG MUDA…..YANG MELAYANI

 

oleh :

Pst. Fons Bogaartz, OSC


Copyright Paroki St. Laurentius - Keuskupan Bandung - 2012 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "parokilaurentiusbdg.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial.

Advertisement

Ads Here

No comments.

Leave a Reply

*