Tuguran

IMG_6679Tinggallah bersama Aku di dalam Doa… Di dalam doa

Tinggallah bersama Aku di dalam Doa… Di dalam doa

(Liputan) – Lagu tersebut mengawali ibadat Tuguran Kamis, 02 April 2015 lalu. Usai Ekaristi Kamis Putih kala itu, para pastor dan umat pun berdoa dan berjaga bersama Yesus dalam Tuguran. Hanya cahaya lilin yang menerangi ruang Christa malam itu. Alunan lagu dari Taize, serta dekorasi sederhana yang didominasi warna putih dan lilin-lilin yang dipersiapkan oleh Kelompok Kategorial Taize St. Laurentius tersebut membuat suasana semakin tenang dan sendu.

Tuguran merupakan suatu peristiwa dimana kita mengenang  Yesus yang berdoa di Taman Getzemani. Yesus pergi bersama murid-muridnya ke Taman Getzemani dan meminta murid-murid-Nya untuk berdoa bersama Dia, namun murid-murid-Nya tertidur. Di waktu itu Yesus menyadari bahwa sebentar lagi Ia harus menghadapi penderitaan salib. Dengan suasan hati yang sedih Yesus berdoa “Bapa jika Engkau mau ambillah cawan ini dari padaKu, tetapi bukanlah kehendakKu melainkan kehendakMulah yang terjadi”. Yesus sungguh penyelamat kita yang sama seperti kita, Ia merasa sedih sama seperti ketika kita merasa sedih, Ia juga takut layaknya manusia biasa merasa takut.

Pada tuguran malam itu, kita diajak untuk berdoa dan merenungkan beberapa bacaan dari Injil Yohanes. Malam itu, dimana Yesus sebentar lagi akan menghadapi penderitaan, kita diajak lagi supaya kita tidak cemas dan percaya pada Yesus karena Dia adalah jalan dan terang (lihat: Yohanes 14:1-14). Kita diajak untuk tinggal bersama Yesus dan menjadi ranting yang bertunas dan berbuah banyak. Ia, Yesus Juru selamat kita meminta kita untuk saling mengasihi. Kita adalah sahabat-Nya, dan Dia merelakan nyawa-Nya untuk kita sahabat-Nya, karena itulah kita juga harus mengasihi satu dengan yang lain (lihat: Yohanes 15:1-17). Yesus menang melawan maut, dukacita menjadi sukacita. Semua itu dilakukan Yesus dengan kasih (lihat: Yohanes 16:16-33). Kemenangan itu memberikan kita harapan. Harapan untuk berjuang menemukan kemenangan yang sebenarnya dalam keseharian kita.

Tuhan kita Yesus Kristus, mengalami penderitaan dan kesedihan, Ia juga kecewa dan takut sama halnya seperti kita. Kita manusia juga sering kecewa, takut, sedih dan menderita. Namun, Yesus berdoa dan berserah akan kehendak Allah Bapa. Ia menghadapi penderitaan dan menyelesaikannya. Yesus, mau menderita untuk kita, Ia melakukanya karena cinta-Nya. Ia berjuang menghadapi jalan salib-Nya, supaya kita pun berjuang menghadapi cobaan yang kita alami, supaya kita pun berdoa dan berserah ketika kekecewaan, ketakutan dan kesedihan itu menghalau kita.

Mari kita berjaga bersama Tuhan Yesus. Jangan tidur. Jangan lalai. Namun berjaga dalam doa. Tetaplah berharap dan percaya kepada Dia. (Ariva Ginting/Summa)


Copyright Paroki St. Laurentius - Keuskupan Bandung - 2012 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "parokilaurentiusbdg.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial.

Advertisement

Ads Here

No comments.

Leave a Reply

*