Komunikasi Dalam Pelayanan

media-sosialassa

(Summa #73 Mei 2015) Dalam kehidupan sehari-hari, manusia saling berkomunikasi untuk menyatakan maksudnya. Hubungan antar manusia terjadi karena adanya komunikasi yang merupakan suatu proses pada seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, masyarakat untuk menciptakan maupun  menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain.  Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dipahami oleh kedua belah pihak. Jikalau, tidak ada bahasa verbal yang dapat dipahami oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.

Komunikasi lisan secara langsung adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang bertatap muka secara langsung dan tidak ada jarak atau peralatan yang membatasi mereka. Hal ini terjadi saat berbicara/ berdialog, pada wawancara, rapat dan berpidato. Sedangkan komunikasi tulisan adalah komunikasi yang menggunakan perantaraan tulisan tanpa adanya pembicaraan secara langsung dengan bahasa yang singkat, jelas, dan dapat dimengerti oleh penerima. Komunikasi tulisan dapat berupa surat-menyurat, sms, surat elektronik, dan lain sebagainya.

Dalam menjalin komunikasi dengan orang lain, terutama bila menggunakan komunikasi verbal tidak selalu berjalan dengan baik. Ada kalanya karena perbedaan budaya satu dengan lainnya yang  menyebabkan perbedaan interpretasi bahasa. Namun sisi positif penggunaan komunikasi verbal adalah lebih cepat untuk digunakan dan dapat langsung dikoreksi , sehingga memudahkan orang dalam kegiatan rapat ataupun diskusi.

Gereja Katolik juga melakukan komunikasi kepada umatnya. Salah satunya tertuang dalam surat/pesan Paus mengenai hal-hal tertentu, seperti dalam menyambut hari komunikasi sedunia, Paus Fransiskus memberikan pesan yang berkesinambungan dengan pesan tahun 2014 serta berkaitan dengan tema Sinode tentang Keluarga.

“Hubungan antara para anggota keluarga dijiwai dan dibimbing oleh hukum ‘memberi secara sukarela’. Dengan menghormati dan memupuk martabat pribadi pada masing–masing anggota sebagai satu-satunya dasar nilai, sikap ‘memberi secara sukarela’ itu diwujudkan dalam sikap menerima setulus hati, perjumpaan dan dialog, sikap tersedia tanpa pamrih, pengabdian dengan kemurahan hati, dan sikap setiakawan yang mendalam” (Familiaris Consortio no. 43).

Hari Komunikasi Sedunia 2015 akan berlangsung pada tanggal 17 Mei dan akan merefleksikan tentang  orang-orang yang “mungkin terluka dan kecewa, namun cinta di antara seorang pria dan seorang wanita merupakan sesuatu yang baik,” membiarkan “anak-anak tahu bahwa mereka adalah karunia yang paling berharga,” dan membantu ”memulihkan mereka yang terluka dan kecewa …menemukan kembali keindahan cinta”.

Pesan Paus ini merupakan salah satu bentuk komunikasi tanpa batas yang dapat dilakukan oleh semua orang. Merupakan bentuk komunikasi yang berlandaskan cinta kasih, merangkul yang terluka dan kecewa terutama dalam keluarga karena keluarga merupakan tempat mengalami keindahan hidup, sukacita dan rahmat kasih, saling menerima dan memberi.

Salah satu bentuk komunikasi tanpa batas  yaitu pelayanan dalam Gereja. Karena pelayanan mampu menyampaikan pesan cinta kasih, dengan melayani sesama maka komunikasi juga terbina dan terjaga salah satunya dengan memberikan contoh nyata dalam melayani sesama. Melalui media yang tepat maka komunikasi dapat sampai dengan baik dan menjangkau lebih banyak orang. Kominfo St. Laurentius sebagai salah satu media komunikasi internal Gereja St.Laurentius, terdiri dari beberapa bagian yang masing-masing memiliki tugas spesifik namun saling berkaitan demi memudahkan umat mengetahui informasi/acara yang telah atau akan terjadi di Gereja. Bagian-bagian yang menjadi media komunikasi dalam kominfo yaitu Summa, Sukajadi Berita, Website, dan Pepustakaan. Seluruh bagian tersebut didukung oleh lebih dari 40 orang yang memiliki tugas tertentu dari jurnalis, fotografer, redaksi, hingga webmaster.

Summa merupakan Buletin bulanan yang berisi informasi seputar Gereja serta kegiatan yang telah terjadi di Gereja St. Laurentius. Sedangkan untuk Sukajadi Berita berisi informasi dan  jadwal kegiatan yang akan terjadi di Gereja dalam waktu dekat. Website merupakan pusat informasi mengenai kegiatan yang terjadi di Gereja serta artikel-artikel rohani dari berbagai sumber, termasuk mengupdate akun facebook kominfo. Perpustakaan mempunyai tugas memfasilitasi umat yang ingin membaca dan meminjam buku, terutama dalam mengembangkan minat baca anak-anak.

Diharapkan dengan hadirnya Kominfo St. Laurentius mampu menyampaikan informasi seputar Gereja sehingga umat dapat merasa menjadi bagian dari Gereja serta turut membantu dalam memperkuat imannya. (ED)

 Sumber:

RD. Kamilus Pantus, Hari Komunikasi Sedunia 2015: “Komunikasi dalam Keluarga: Tempat Istimewa Menemukan Keindahan Cinta”, dikutip 10 April 2015 dari http://www.mirifica.net/2014/10/21/hari-komunikasi-sedunia-2015-komunikasi-dalam-keluarga-tempat-istimewa-menemukan-keindahan-cinta/


Copyright Paroki St. Laurentius - Keuskupan Bandung - 2012 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "parokilaurentiusbdg.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial.

Advertisement

Ads Here

No comments.

Leave a Reply

*