LIPUTAN PEKAN SUCI 2015

10468674_784537108254194_3832375090668763530_oMINGGU PALMA

Minggu Palma merupakan rangkaian perayaan Pekan Suci untuk mengenang kedatanganYesus Kristus ke Yerusalem sebelum Ia disalibkan. Pada tanggal 29 Maret 2015, seluruh umat Katolik mengenang peristiwa ini. Umat membawa daun palem sebagai simbol dari kemenangan atas dosa dan kematian. Misa Minggu Palma dilaksanakan sebanyak lima kali, yang terbagi dalam satu kali misa di hari sabtu dan empat kali misa di hari minggu termasuk misa Minggu Palma Anak-anak.

Kemeriahan misa Minggu Palma ditandai dengan pemberkatan daun palem yang telah dibawa oleh umat. Umat terlihat sangat antusias dan meriah dalam perayaan misa Minggu Palma ini. Hal itu terlihat dari banyaknya jumlah umat yang hadir hingga memenuhi seluruh kursi tambahan yang telah disediakan. Tetapi hal itu tidak mengurangi kekhusyukan umat untuk menyambut Yesus Kristus. Semoga melalui perayaan Minggu Palma sebagai pembuka dalam rangkaian Pekan Suci, kita dapat semakin mengimani dan mengenang Yesus Kristus yang telah berkorban demi menebus dosa kita umatNya. Amin! (- AN- ) ( 01)

PERJAMUAN MALAM TERAKHIR

“Andaikan  aku  pahami bahasa semuanya, hanyalah bahasa cinta kunci setiap hati. Ajarilah kami Tuhan, bahasa cinta kasih”

Itulah sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan koor menandai Misa tanggal 2 april 2015 di paroki St. Laurentius dimulai dan perarakan imam, putra-putri altar 12 orang serta perwakilan umat dan petugas lainya memasuki gereja. Misa hari itu diadakan tiga kali, meskipun demikian misa yang berlangsung pada jam 6 sore tersebut diikuti banyak umat sampai selasar kiri kanan gereja, aula dan lapangan parkir penuh dengan nuansa pakaian warna putih. Ada apa pada perayaan misa ini sehingga begitu banyak umat yang antusias untuk mengikuti misa ? Misa kali ini adalah misa kamis putih, disebut kamis putih karena warna liturgi hari ini di dominasi warna putih, mulai dari kasula yang dipakai imam, jubah putra putri altar, sampai bunga-bunga yang menghiasi altar semua berwarna putih.  Hari ini kita mengenang kembali perjamuan yang dilakukan Yesus bersama 12 murid-Nya. Perjamuan ini yang biasa kita kenal dengan perjamuan malam terakhir. Pada malam itu Yesus dikhianati oleh muridNya Yudas Iskariot. Malam itu Yesus menunjukkan kasihNya hingga rela kehilangan nyawa untuk seluruh manusia. Yesus menyerahkan tubuh dan darah nya dalam  rupa roti dan anggur yang diberikan kepada murid-nya untuk member kekuatan kepada mereka.

Yang berbeda dari misa biasa adalah adanya prosesi pembasuhan kaki yang dilakukan setelah homili. Sama seperti yang dilakukan oleh Yesus yang membasuh kaki kedua belas murid-Nya, pada misa kamis putih juga hal ini selalu dilakukan. Pada misa kamis putih anak jam 15 30, prosesi pembasuhan kaki dilakukan dalam bentuk drama dimana murid-murid Yesus diperankan oleh anak- anak dari SD aloysius. Sementara peran Yesus dilakoni oleh salah seorang Guru mereka. Mereka melakoni peran masing-masing dengan sangat baik. Sementara pada misa jam 18 00 dan jam 21 00 prosesi pembasuhan kaki dilakukan oleh pastor sebagai Yesus dan 12 perwakilan umat sebagai murid-murid Yesus. Pembasuhan kaki dilakukan untuk mengungkapkan teladan dan semangat pelayanan Yesus yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Dengan pembasuhan kaki juga Yesus mau mengajarkan bahwa semua orang sama, memiliki hak dan martabat yang sama di mata Tuhan. Karena itu, semua manusia diharapkan dapat melakukan apa yang diperintahkan oleh Yesus dalam Yohanes 13 ;34. Agar semua orang saling mengasihi sama seperti Dia mengasihi kita.

Selain itu pada misa jam 9 malam, yang berbeda dari misa yang biasanya adalah adanya perarakan sakramen mahakudus menuju tempat tuguran oleh imam. Setelah pastur kembali ke Altar, satu persatu barang dan peralatan yang ada di altar dibereskan oleh prodiakon dibantu putra-putri altar dan di simpan kedalam sakristi, yang tinggal di altar hanya sebuah lilin dan sebuah piala. Dengan iringan lagu yang berjudul “Ya Juru Slamatlah” mengingatkan kita saat-saat terakhir sebelum Yesus ditangkap. Yesus sendirian berdoa di taman Getsemani sementara murid-muridNya tertidur. Dalam kesendirianNya Yesus gentar dan berduka dan dalam doa Yesus berkata ‘’YaBapa, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini daripada-Ku, tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan Kehendak-Mu lah yang terjadi’’. Tetapi pada saat itu juga malikat menghibur dan member kekuatan kepada-Nya. Setelah itu Yesus bangkit dan kembali kepada murid-murid-Nya lalu menyuruh mereka berdoa supaya tidak jatuh kedalam dosa. Setelah perayaan misa kamis putih jam 21 00, dilanjutkan dengan tuguran. (-HP-) (01)

TUGURAN

Tinggallah bersama Aku di dalam Doa… Di dalam doa

Tinggallah bersama Aku di dalam Doa… Di dalam doa

 

Lagu tersebut mengawali ibadat Tuguran Kamis, 02 April 2015 lalu. Usai Ekaristi Kamis Putih kala itu, para pastor dan umat pun berdoa dan berjaga bersama Yesus dalam Tuguran. Hanya cahaya lilin yang menerangi ruang Christa malam itu. Alunan lagu dari Taize, serta dekorasi sederhana yang didominasi warna putih dan lilin-lilin yang dipersiapkan oleh Kelompok Kategorial Taize St. Laurentius tersebut membuat suasana semakin tenang dan sendu.

Tuguran merupakan suatu peristiwa dimana kita mengenang  Yesus yang berdoa di Taman Getzemani. Yesus pergi bersama murid-muridnya ke Taman Getzemani dan meminta murid-murid-Nya untuk berdoa bersama Dia, namun murid-murid-Nya tertidur. Di waktu itu Yesus menyadari bahwa sebentar lagi Ia harus menghadapi penderitaan salib. Dengan suasan hati yang sedih Yesus berdoa “Bapa jika Engkau mau ambillah cawan ini dari padaKu, tetapi bukanlah kehendakKu melainkan kehendakMulah yang terjadi”. Yesus sungguh penyelamat kita yang sama seperti kita, Ia merasa sedih sama seperti ketika kita merasa sedih, Ia juga takut layaknya manusia biasa merasa takut.

Pada tuguran malam itu, kita diajak untuk berdoa dan merenungkan beberapa bacaan dari Injil Yohanes. Malam itu, dimana Yesus sebentar lagi akan menghadapi penderitaan, kita diajak lagi supaya kita tidak cemas dan percaya pada Yesus karena Dia adalah jalan dan terang (lihat: Yohanes 14:1-14). Kita diajak untuk tinggal bersama Yesus dan menjadi ranting yang bertunas dan berbuah banyak. Ia, Yesus Juru selamat kita meminta kita untuk saling mengasihi. Kita adalah sahabat-Nya, dan Dia merelakan nyawa-Nya untuk kita sahabat-Nya, karena itulah kita juga harus mengasihi satu dengan yang lain (lihat: Yohanes 15:1-17). Yesus menang melawan maut, dukacita menjadi sukacita. Semua itu dilakukan Yesus dengan kasih (lihat: Yohanes 16:16-33). Kemenangan itu memberikan kita harapan. Harapan untuk berjuang menemukan kemenangan yang sebenarnya dalam keseharian kita.

Tuhan kita Yesus Kristus, mengalami penderitaan dan kesedihan, Ia juga kecewa dan takut sama halnya seperti kita. Kita manusia juga sering kecewa, takut, sedih dan menderita. Namun, Yesus berdoa dan berserah akan kehendak Allah Bapa. Ia menghadapi penderitaan dan menyelesaikannya. Yesus, mau menderita untuk kita, Ia melakukanya karena cinta-Nya. Ia berjuang menghadapi jalan salib-Nya, supaya kita pun berjuang menghadapi cobaan yang kita alami, supaya kita pun berdoa dan berserah ketika kekecewaan, ketakutan dan kesedihan itu menghalau kita.

Mari kita berjaga bersama Tuhan Yesus. Jangan tidur. Jangan lalai. Namun berjaga dalam doa. Tetaplah berharap dan percaya kepada Dia. (-AG-) (01)

JALAN SALIB

“Mari kita merenenungkan penebusan umat Tuhan , meresapkan dalam hati cinta kasih Ilahi……”

Lantunan lagu  itulah yang terdengar bila kita mengikuti ibdah Jalan salib. Ibadah Jalan salib merupakan salah satu tradisi yang sering dilakukan umat katolik untuk mengenang kembali kisah sengsara Yesus. Ibadah jalan salib biasanya dilakukan pada hari jumat menjelang paskah.

Begitu pula pada hari Jumat, 3 april 2014 tepatnya pada pukul 08.00, dipelataran parkir gereja paroki ST. Laurentius, seluruh umat hadir untuk mengikuti ibadah jalan salib. Jalan salib tanggal 3 april yang juga merupakan hari raya jumat agung tersebut sekaligus menutup rangkaian jalan salib yang sudah dilakukan selama masa prapaskah. Keheningan ibadah jalan salib yang di pimpin oleh pastur mansyur ini seolah-olah memperlihatkan bagaimana umat laurentius turut larut dalam derita Tuhan kita Yesus Kristus melalui jalan salibNya yang berat.

Semoga melalui ibadah jalan salib ini, kita sebagai umat katolik dapat semakin merenungkan betapa besar kasih dan pengorbanan Tuhan kita Yesus Kristus yang rela mati untuk dosa-dosa kita. Semoga kita pun semakin mencintai dan mengimani Dia, dan semakin tegar dalam memikul beban salib hidup kita yang tak seberapa dibanding dengan yang telah Dia berikan untuk kita. Smoga Tuhan memberkati kita semua! Amin. ( -Lk- ) (01)

JUMAT AGUNG

Setelah diadakan jalan salib pada pukul 08.00 pagi, rangkaian di lanjutkan dengan ibadah jumat agung. Ibadah jumat agung pertama dimulai dengan ibadah jumat agung anak-anak pada pukul 12.00 yang dipimpin oleh Pastur Mansyur. Terlihat banyak anak-anak yang hadir untuk mengikuti ibadah tersebut, tawa canda mereka terdengar riuh sesaat sebelum ibadah dimulai, namun keheningan pun terasa ketika ibadah jumat agung yang jatuh pada tanggal 3 april 2015 tersebut akan dimulai. Karena ibadah ini diperuntukan bagi anak-anak, ada beberapa ceremony yang memang sengaja dikemas sedemikian rupa untuk menarik anak-anak, seperti kisah sengsara Yesus yang disajikan dalam bentuk drama dan diperankan oleh anak-anak BILL, serta lagu-lagu yang dinyanyikan oleh paduan suara anak dari lingkungan 20B.

Setelah ibadah jumat agung anak-anak selesai, dilanjutkan dengan ibadah Jumat Agung untuk umum pada pukul 15.00. Meskipun hujan turun namun terlihat sekali euforia umat yang hadir untuk mengikuti ibadah pada jam tersebut, mungkin karena seringkali dianggap bertepatan dengan detik-detik wafatnya Yesus Kristus di kayu salib. Ibadah ini dimulai dengan perarakan yang dilakukan dari pintu masuk sampai dengan prosesi perbahan diri yang dilakukan oleh Pastur Sangker di depan altar. Selama misa berjalan, suasana hikmat dan hening sangatlah terasa, terutama pada saat prosesi perarakan kayu salib yang dilakukan oleh Pastur Sangker dan penghormatan kayu salib oleh umat.

Selanjutnya ibadah Jumat Agung pada hari itu dilaksanakan pada pukul 18.00 yang dipimpin oleh Pastur Bogaartz dan pukul 21.00 yang dipimpin oleh Pastur Thomas Maman suharman. Demikianlah terlaksanya rangkaian Ibadah Jumat Agung dalam rangka memperingati wafatnya Sang Penebus kita Yesus Kristus di kayu salib.

 “semoga wafat Kristus menjadi perenungan kita untuk menjalani hidup sesuai dengan pengorbanan yang diberikan Kristus bagi kita…” ( -LN-) (01)

Malam Paskah

(Alleluia)

 Kemeriahan malam Paskah memang sudah tidak diragukan lagi. Setelah Jumat Agung yang suram, gegap gempita di Sabtu malam setelahnya terasa sungguh membahagiakan. Kematian Yesus membawa ketakutan dan kegelapan tapi kebangkitannya membawa terang dan harapan yang melimpah di hati setiap orang yang mengasihiNya.

Begitu pula rasa yang terjadi pada hari Sabtu, 4 April 2015 yang lalu di misa paling malam di Gereja Laurentius tersebut pun seolah-olah tidak terganggu oleh gelapnya malam dan lelahnya badan. Kegembiraan sangat terasa di Misa Malam Paskah tersebut. Semangat para paduan suara yang berasal dari kelompok gabungan, semangat para petugas liturgi maupun tatib dan kolektan terasa menggebu-gebu tidak ketinggalan juga semangat dari Pastur Maman yang memimpin Misa pukul 21.00 WIB tersebut.

Pastur Mansyur malam itu membawakan Homili yang menjelaskan bahwa keragu-raguan pun dapat dipandang dari sisi positif karena orang yang ragu-ragu terhadap Allah tapi terus mencariNya, setelah menemukanNya akan mendapat iman yang teguh dan penuh dibandingkan orang yang sama sekali acuh. Sama seperti murid-murid Yesus. Mereka pun awalnya ragu akan kebangkitan Yesus. Harapan telah direnggut, hati mereka gelap. Namun setelah Yesus menampakkan diri, terang pun datang menghalau kegelapan hati mereka, harapan mereka pun bangkit bahkan meluap, iman mereka pun teguh. Lalu apa hasil dari iman para rasul tersebut??? Kita lah hasilnya… Yesus memang telah mati kurang lebih 2000 tahun yang lalu tapi nama Yesus dan kebangkitanNya tetap bergaung sampai sekarang!

Alleluia. Haec dies quam fecit Dominus. Exultemus et laetemur in ea. Selamat Paskah. (vL) (01)

PASKAH BINA IMAN ANAK ST. LAURENTIUS

Minggu tanggal 5 April 2015, tidak hanya orang dewasa katolik yang merayakan kebangkitan Tuhan Yesus. Namun anak-anak Santo Laurentius pun diajak untuk merayakan kegembiraan Paskah. Anak-anak yang datang terdiri dari BIA, BILL, BIR, Perkoma, dan anak-anak wilayah paroki laurentius lainnya. Perayaan paskah kali ini diadakan di halaman SD Alloysius.

Ada yang berbeda dalam rangkaian acara Paskahan Bina Iman Anak kali ini, anak-anak di ajak untuk mengenal ibadah perayaan Paskah. Maka dari itu perayaan paskah kali ini tidak dikemas dalam games seperti tahun lalu, namun dalam bentuk ibadah. Hmmm..Ibadah? kalo kita lihat dari arti kata tersebut, pasti jauh dari yang diharapkan anak-anak bukan? Tapi jangan sedih dulu, dalam ibadah kali ini ada yang menarik loh. Ada drama Kebangkitan Tuhan Yesus!!! Keren deh pokoknya. Semua anak terlihat gembira menontonnya, dan begitu pula yang memperagakan drama itu, mereka semua sangat menikmatinya. Dalam drama itu diceritakan bagaimana Maria Magdalena dan murid-murid Yesus melihat kubur Yesus telah kosong di hari ketiga setelah Tuhan Yesus wafat.

Perayaan paskah kali ini dipimpin oleh Pastur Mansur. Dan ada kado terindah dari Pastur Mansur untuk anak-anak loh. Pastur Maman menarikan Ayam Bebek Entok, wah spontan saja anak-anak langsung bergembira mengikuti gerakannya dan menarikan lagu ini bersama.

Anak-anak terlihat begitu bergembira dalam perayaan Paskah kali ini, semoga anak-anak pun dapat membagikan kegembiraan Paskah kepada orang terdekat mereka khususnya orang tua mereka. Selamat Paskah, semoga kita bisa mengasihi saling sesama karena Tuhan Yesus sudah terlebih dahulu mengasihi kita. (Dewi) (01)

 

 

 

 


Copyright Paroki St. Laurentius - Keuskupan Bandung - 2012 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "parokilaurentiusbdg.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial.

Advertisement

Ads Here

No comments.

Leave a Reply

*