RIWAYAT SINGKAT: Pst. Thomas Maman Suharman,OSC

IMG_5987_resizeSaudara-saudari, umat di Paroki St. Laurentius, selamat bertemu. Perkenankan saya memper-kenalkan diri. Saya Thomas Maman Suharman,o.s.c. Lahir di Sukamulya, Cigugur, Kuningan, 12 Juni 1954. Saya bungsu, dari 8 bersaudara, 5 laki, 3 perempuan. Kecuali ayah yang meninggal saat saya umur 3-4 tahun, Ibu dan saudara semua dibaptis Katolik. Nama Suharman diberikan oleh Pangeran Tedjabuwana Alibasa KN, Pemimpin kedua para penganut Aliran Kepercayaan ADS Cigugur, yang mengantar penganutnya masuk Katolik, tahun 1964 itu. Thomas adalah nama yang diberikan P. Wim Straathof,o.s.c. yang membaptis saya, setelah katekumenat 2 tahun. Waktu kecil saya dipanggil Maman. Di SMP Seminari Menengah dan St. Yusup, di Cicadas Bandung saya dipang- gil Thomas, nama rasul yang sering disebut yang ‘kurang percaya itu’. Tapi waktu di SMA kelas 2 St. Aloysius Bandung saya dipanggil Maman lagi. Ceritanya? 2 teman saya yang duduk di bela-kang bangku memanggil-manggil: “Man, Maman!” Saya menoleh. Mereka bergurau menegur: “Gaya! Pake nama Thomas segala!” Maklum mereka Sunda dan Muslim. Paman sendiri yang Muslim dan dulu itu Pegawai Negeri di Kuningan, pernah berpesan agar saya tak mencantumkan nama Thomas di alamat surat yang saya kirim kepadanya. Tapi lama-lama, sampai sekarang, mereka dan masyarakat umumnya tidak terlalu ambil pusing lagi.

Di Paroki kok bisa ya berbarengan dengan nama kecil lain, Maman yang Suparman,o.s.c. Susah, kagok mengidentifikasi menyebut? Usul, sebut saja saya Maman Thomas atau Thomas Maman. Mudah-mudahan, sekarang jadi Thomas yang percaya. Ada yang menyebut Mantu (Maman Tua)? Maman Senior? Apapun. Silakan.

Setelah pendidikan Filsafat dan Teologi/ FF Unpar, 1 tahun saya di Asmat-Papua.

Lalu ditahbis 1983 di Cirebon, oleh Mgr. P. M. Arntz,o.s.c., bersama 3 yang lain, dari 12 teman lain seangkatan. Dari 4, satu undur diri, 1 sudah meninggal, 1-nya P. Abukasman, o.s.c. yang di Cigugur. Sejak 1986 diminta mengajar para frater di Fakultas Filsafat Unpar (S1, S2), setelah diutus belajar dulu di Roma (1983-1985). Banyak tahun mendampingi Seminari Menengah Cadas Hikmat Bandung yang kurang dikenal itu. Pernah tugas di Paroki Subang-Pamanukan (1993-1997), Paroki Pandu (1986-1989, 1998-2002), mendampingi para Frater OSC Jl. Sultan Agung (2002-2006), dan 1 tahun kemarin di St. Paroki Yusup, Cirebon. Sekarang diminta ke St. Laurentius, Sukajadi. Senang kalau saya sehat dan karenanya dapat membantu di Paroki yang sejuk dan indah ini. Begitu saja.

Salam damai dan sejahtera Tuhan Yesus Kristus menyertai saudara sekalian. ***

Bandung, 19 Januari 2015

Oleh: Pst. Thomas Maman Suharman, OSC

 


Copyright Paroki St. Laurentius - Keuskupan Bandung - 2012 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "parokilaurentiusbdg.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial.

Advertisement

Ads Here

No comments.

Leave a Reply

*