Umat Santo Laurentius yang terkasih

f4699000(SJB Edisi 02/10-11 Januari 2015) Tahun baru 2015 kita awali dengan perayaan Ekaristi pada tanggal 1 Januari untuk bersyukur kepada Tuhan atas anugerah tahun yang baru ini. Pada hari pertama Tahun Baru itu kita  menghormati Maria juga sebagai Bunda Yesus Kristus dan (semua perayaan pada tanggal yang sama) kita merayakanHari Perdamaian Sedunia. Melihat itu kita boleh mengatakan: Start tahun 2015 cukup bagus dan kuat. Malam sebelumnya, tanggal 31 Desember, kita berpisah dengan tahun 2014, hal mana kita lakukan secara khusus dengan perayaan Ekaristi pada jam 18.00. Dalam Perayaan Ekaristi itu, selain bersyukur kepada Allah,  kita memperingati mereka yang telah dibaptis, mereka yang menikah dan yang meninggal selama tahun 2014. Ya kita berpisah dengan tahun 2014….tetapi ada perpisahan lain lagi karena pastor Yulius pindah ke paroki Santo Yusup di Cirebon. Beliau mulai berkarya di paroki kita pada Ttanggal 10 oktober 2008. Bagi saya pastor yang datang pada waktu itu, seperti pastor yang baru, yang belum pernah saya lihat.  Pastor inikah pastor Yulius Hirnawan Christyanto? Saya hampir tidak mengenalinya! Mengapa? Karena outfit and outlooknya baru!! Sungguh baru bagi saya. Sebelum ke Sukajadi beliau melayani di paroki St. Ignatius di Cimahi. Saya mengenalnya dari situ. Di Cimahi ia masih tampil sebagai pastor  dengan “rambut gondrong” ketika ia sibuk melukis tembok dari balkon lantai II di gereja St.Ignatius.…Tahu-tahu di Sukajadi ia tampil dengan “kepala baru”, tidak gondrong lagi, melainkan pendeeeeek. Kejutan bagi saya! Dan, kalau tidak salah lihat, dari tahun  ke tahun rambutnya makin pendek,( dan makin banyak putih juga). Pastor Maman berkali-kali membujuknya untuk memakai pewarna rambut. NB. Pastor Maman (pastor yang masih muda belia itu)suka memakai pewarna rambut itu juga dengan hasil yang cukup memuaskan, bukan? Tetapi sampai saat ini pastor Yulius tetap tampil apa adanya, jadi dengan rambut pendek dan makin putih. Selama enam tahun pastor Yulius melayani di paroki kita dan saya yakin banyak sekali umat yang mengalami pelayanannya dengan gembira, baik di dalam gedung gereja, di kamar pengakuan dan kamar tamu, maupun di lingkungan, di rumah umat atau di pertemuan seksi dan subseksi paroki kita. Cukup banyak juga mengenal beliau lebih dekat di warung makan, di resto kecil sini dan sana, di waktu beliau memberi seminar, sarasehan atau ceramah tentang liturgi. Banyak kaum muda mengenalnya sebagai pendamping di program persiapan perkawinan “Paduan Kasih” dan di segala macam kegiatan OMK. Tidak pernah ada orang yamg minta perhatian atau bantuan kepadanya dengan percuma saja. Pasti ia menanggapinya dengan sebaik-baiknya, karena jiwa dan mentalitasnya adalah jiwa dan mentalitas orang yang sungguh sosial seperti Yesus. Maka dengan sebulat hari saya berkata:

“Pastor YUlIUS: TERIMA KASIH atas semua pelayanan di paroki Santo Laurentius. Terima kasih atas semangat kolegialitasmu di antara para pastor se pastoran dan semangat pelayananmu yang mengesankan. Semoga umat di Cirebon mengalami pelayananmu seperti kami di sini,maka paroki Santo Yusup di Cirebon pun akan lebih maju lagi seperti paroki Santo Laurentius yang terkasih selama enam tahun terakhir ini. TERIMA KASIH!

Di samping itu saya mengucapkan ‘SELAMAT DATANG’ kepada pastor THOMAS MAMAN SUHARMAN OSC dan pastor SANGKER SIHOTANG OSC. Terima kasih atas kesediaan pastor Maman sr dan pastor Sangker berkarya dan melayani di paroki Santo Laurentius. Semoga lekas betah dan krasan di pastoran dan lebih-lebih di tengah umat paroki Santo Laurentius. SELAMAT DATANG!

 Oleh: Fons Bogaartz osc


Copyright Paroki St. Laurentius - Keuskupan Bandung - 2012 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "parokilaurentiusbdg.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial.

Advertisement

Ads Here

No comments.

Leave a Reply

*