Jadilah Orang yang Bijaksana

farisi1(SJB edisi 42/18-19 Oktober 2014) Matius 22:15-21 – Orang-orang Farisi tahu bahwa Yesus adalah orang yang jujur dan tidak mencari muka. Mereka jelas secara sengaja ingin menjebak Yesus. Di sini Dia dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama berat. Jika Yesus mengatakan bahwa orang-orang harus membayar pajak kepada kaisar, ia akan dimusuhi oleh para nasionalis. Jika Yesus mengatakan bahwa orang-orang tidak perlu membayar pajak pada kaisar, ia akan berhadapan dengan para pendukung Romawi. Para nasionalis di sini beranggapan bahwa tanah mereka adalah pemberian Allah. Jadi, untuk apa membayar pada kaisar?

Di sini kita dapat melihat bahwa seringkali manusia ingin menjatuhkan sesamanya. Kita kadang rela mencari segala cara, asalkan orang lain dapat dicelakakan demi kepentingan kita.

Yesus ingin mengajarkan pada kita bahwa integritas batin adalah sesuatu yang sangat penting. Ketika menghadapi serangan  berupa jebakan pertanyaan dari orang-orang Farisi, Yesus dapat berpikir dengan cerdas. Dia tidak ingin menyakiti hati kedua pihak yang tengah berseteru. Dengan mengatakan “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah”, dia dapat menangkis jebakan orang-orang Farisi. Hati para nasionalis dan para pendukung Romawi, keduanya tidak tersakiti. Tidak juga timbul huru hara.

Melalui teladan Yesus ini, kita diajak untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang bijaksana. Setiap kata-kata kita jangan sampai merugikan orang lain maupun diri kita sendiri. Bila kita dapat berpikir dengan bijaksana, maka jebakan-jebakan dari orang yang berniat jahat pada diri kita pun dapat terhindarkan.

Bersyukurlah pada Tuhan karena Dia mau mengajarkan tentang kebijaksanaan ini pada kita.

Oleh: Pst. Maman Suparman, OSC

 




Copyright Paroki St. Laurentius - Keuskupan Bandung - 2012 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "parokilaurentiusbdg.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial.

Advertisement

Ads Here

No comments.

Leave a Reply

*