Hari Minggu Biasa XXVII

Bahagia(SJB Edisi 40/04-05 Oktober 2014) Ada anak tenggelam dalam kolam renang. Waktu itu ia sedang mandi, dan ia diberitahu oleh penjaga kolam renang, bahwa kolam renang itu mau dibersihkan. Artinya, kolamnya mau dikosongkan. Anak itu disuruh naik, jangan berenang lagi. Sebab ia pasti akan disedot air. Anak itu tidak menggubris peringatan yang diberikan. Sang penjaga mengira, bahwa anak itu sudah pergi. Kran dibuka, air membual berdesakan keluar melalui pipa. Anak yang masih berenang terseret masuk pipa yang sempit. Di sana ia menghembuskan nafasnya yang terakkhir. Anak tadi mungkin saja terlalu senang berenang, sehingga tidak mau diberitahu. Namun akibatnya cukup serius, cukup berat. Ia mati. Terlalu senang akan sesuatu memang dapat membuat kita ketagihan. Dan kalau kita tidak hati-hati, itu dapat meruntuhkan kita. Terlalu sibuk dengan kesenangan kita, terlalu hanyut dengan keenakan saja, dapat membuat kita lupa bahwa hidup ini bukan main-main.

Setiap orang ada kesalahan. Tugas kita ialah mengarahkan seluruh diri kita pada kebahagiaan, termasuk kekurangan kita. Kalau kekurangan dan kesalahan itu, kalau ingin menang dan enak sendiri tetap saja kita biarkan dan kita kembangkan, maka diri kita makin tumpul bagi kebahagiaan. Kalau hidup kita tidak lebih dari pada pelampiasan hawa nafsu, main-main dan bersantai-santai saja, maka hidup kita akan kosong dan kering. Kalau hidup kita tetap saja begitu, tidak bertambah baik malah bertambah jelek, maka hidup kita akan layu. Setiap hidup adalah kesempatan; kesempatan untuk berbahagia. Kesempatan itu ditawarkan kepada kita. Dan kalau tawaran itu terus-menerus kita abaikan, maka tawaran itu akan ditarik kembali. Dan kebahagiaan itu tak mungkin dicapai, kalau tidak ditawarkan kepada kita. Jadi mempermainkan tawaran itu akan mengakibatkan kita kehilangan kebahagiaan. Itu dikisahkan dalam bacaan pertama dan Injil hariMinggu ini. Dalam bacaan II kita diberi tahu apa yang harus kita lakukan ialah melakukan segala yang jujur, adil, suci dan mulia. Barulah kebahagiaan mendekat, barulah Allah sumber kebahagiaan dekat dengan kita.

Oleh: Pst. Fons Bogaartz, OSC


Copyright Paroki St. Laurentius - Keuskupan Bandung - 2012 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "parokilaurentiusbdg.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial.

Advertisement

Ads Here

No comments.

Leave a Reply

*