“Mau hidup susah?”

1920538_10153640051632355_1191206396_n(SJB Edisi 35/30-31 Agustus 2014) Minggu Biasa XXII tahun A, Yer 20:7-9; Rm 12:1-2; Mat 16:21-27

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku…”

Ungkapan yang menarik yang diberikan Yesus kepada para murid-Nya. Seandainya, pada waktu kita mau menjadi katolik diberi kalimat ini. Kira-kira apakah kita masih mau menjadi katolik atau kristen dengan mengikuti Yesus. Sederhananya: Mau susah? Maka ikutlah Yesus.

Ungkapan sederhana ini menjadi sebuah permenungan yang menarik. Kala saat-saat ini kita berhadapan dengan kesusahan. Itu berarti takdir kita menjadi pengikut kristus sudah pada jalurnya.

Penderitaan dan kesusahan seringkali dihindari. Padahal mau kemana saja, penderitaan dan kesusahan itu selalu akan ada dalam hidup kita. Tinggal tunggu waktunya, dan kita tidak tahu kapan itu waktunya. Kala waktunya datang, kita hanya diajak menngerti bahwa ini takdirnya jadi pengikut Kristus. Apakah kita harus menyerah kalah? Yesus mengajarkan pada kita untuk tidak menyerah kalah. Takdir itu dilawan dengan memikul Salib. Salib simbol kemenangan. Salib itu membebaskan manusia dari penderitaan. Menurut Yesus, kematian pun sebagai pembebasan dari belenggu badan yang membuat manusia susah dan derita.

Masihkan kita akan mengelak akan penderitaan? Jangan perna menolak. Jalani dan ubahlah kesusahan dan penderitaan sebagai saat rahmat bahwa Yesus sudah mengamantkan itu dalam hidup kita. Kita mencoba mengubah kutuk itu dengan berkat dan menjalani dengan keriangan hati. Tuhan memberkati hidup kita.

Oleh: Pst. Yulius Hirnawan, OSC

 

 


Copyright Paroki St. Laurentius - Keuskupan Bandung - 2012 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "parokilaurentiusbdg.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial.

Advertisement

Ads Here

No comments.

Leave a Reply

*