Misteri Salib

salib by aldo supriyana

HIDUPKATOLIK.com – Pekan Suci; Yes 52:13-53:12; Mzm 31; Ibr 4:14-16; 5:7-9; Yoh 18:1-19:42

Nubuat Yesaya tentang hamba Tuhan yang menderita begitu mengerikan, sehingga ada yang mengira itu hanyalah sebuah perumpamaan atau ilustrasi. Nubuat itu digenapi Yesus yang masuk ke dalam dunia dan menjadi pusat sejarah ke selamatan manusia. Kisah Yesus bukan lah utopia tentang manusia yang butuh menyelamatkan diri dari hukuman atas dosa.

Seberapa jauh seseorang dapat membayangkan kengerian penderitaan yang dipikul Yesus, ‘begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi’ (52:14), sejauh itulah ia dapat menghayati, menerima dan mengagumi karya keselamatan Allah di dalam dirinya. Menolak realitas kehancuran yang dialami Yesus sebagai Anak Manusia, berarti juga menolak untuk diselamatkan-Nya.

Memeluk dan mencium Sang Tersalib menuntut suatu metanoia, karena ‘sesungguhnya penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya…. Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita…’ (53:4-5a). Menatap salib adalah menatap eksistensi ter dalam akan kerapuhan kemanusiaan kita, yang berkat misteri wafat dan kebangkitanYesus, Hamba Allah, manusia memperoleh anu gerah tertinggi untuk mengambil bagian dalam kodrat Ilahi. Sudahkah saya menemukan jati diri yang otentik melalui salib Yesus?

Monica Maria Meifun


Copyright Paroki St. Laurentius - Keuskupan Bandung - 2012 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "parokilaurentiusbdg.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial.

Advertisement

Ads Here

No comments.

Leave a Reply

*