Sang Air Hidup

air kehidupanHIDUPKATOLIK.com – Pekan IV Prapaskah Yeh 47:1-9,12; Mzm 46; Yoh 5:1-16

Air dapat berfungsi untuk membersihkan dan memberi daya hidup. Namun, air juga dapat menghancurkan dan membinasakan. Melalui pembaptisan kita disucikan oleh air dan Roh Kudus. Dalam penglihatan Nabi Yehezkiel, Allah menjanjikan hidup yang berkelimpahan melalui air hidup yang Ia alirkan dari Bait Suci. Inilah gambaran Yerusalem baru yang penuh harapan.

Sukacita atas Yerusalem baru ini pun dinyanyikan oleh pemazmur, “Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai.” Manusia yang bertobat seumpama Kota Allah. Aliran sungai dari Allah yang menjanjikan hidup sejahtera tanpa kekhawatiran membuat manusia bersukacita. Satu bentuk pertobatan manusia berkaitan dengan masalah ekologis. Soal buang sampah sembarangan dan tata kota yang kurang baik menyebabkan bencana banjir. Air banjir yang kotor berakibat merusak dan menghancurkan. Apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi hal-hal tersebut?

Yesus dalam Injil hari ini menyembuhkan seorang lumpuh. Orang itu telah lama sakit dan tidak ada orang yang mau membantu dia menuju kolam penyembuh. Yesus mengetahui hal itu dan menawarkan kesembuhan. Demi kesembuhan, orang itu percaya meski tidak mengenal Yesus. Hal ini mengingatkan kita bahwa manusia memang egois. Ketidakpedulian terhadap lingkungan dan sesama manusia justru menghasilkan penderitaan. Di tengah situasi ini, kita pun merindukan Air Hidup yang memberikan kesembuhan dan kesejukkan. Lalu, apakah yang sudah kita lakukan bagi sesama dan lingkungan hidup kita?

Theresia Vita Prodeita


Copyright Paroki St. Laurentius - Keuskupan Bandung - 2012 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "parokilaurentiusbdg.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial.

Advertisement

Ads Here

No comments.

Leave a Reply

*