Adam dan Kristus: Renungan Selasa, 22 Oktober 2013

adam hawa pophjon kuldiInilah gambaran Paulus tentang realitas dosa yang ada di dunia dan akibat yang secara universal harus ditanggung manusia. Bermula dari ketidaktaatan Adam, setiap orang dikuasai dosa. Apa buktinya? Perhatikan hubungan antara dosa dan maut. Maut adalah akibat dari dosa, dan maut pasti akan dialami kita semua. Itulah bukti nyata bahwa setiap orang adalah makhluk yang berdosa.
Syukur kepada Allah, Yesus Kristus dihadirkan-Nya bagi kita. Ketidaktaatan Adam mencelakakan seisi bumi, ketaatan Kristus mendatangkan pemulihan. Dosa Adam harus ditanggung semua orang, kematian Kristus melepaskan kita dari beban itu. Kristus menyelamatkan manusia dari kekangan situasi akibat dosa Adam dan membuat semua orang di benar kan. Adam telah jatuh, tetapi Kristus berhasil mencapai kejayaan.
Dengan memperbandingkan Adam dan Kristus, Paulus mencoba menjelaskan bahwa usaha manusia untuk berbalik dari sikap permusuhan terhadap Allah bukanlah hal yang mustahil. Pelanggaran yang kita lakukan mungkin begitu banyak, namun anugerah dan karunia Allah jauh lebih berlimpah.
Perbandingan itu juga menunjukkan bahwa selalu ada kemungkinan bagi satu orang untuk memberi pengaruh negatif atau positif bagi lingkungan sekitar. Sebagai murid Kristus, tentu kita memilih yang terakhir. Dengan begitu, kita memberi kontribusi untuk kehidupan bersama yang lebih baik.

 

Sumber : hidupkatolik.com 


Copyright Paroki St. Laurentius - Keuskupan Bandung - 2012 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "parokilaurentiusbdg.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial.

Advertisement

Ads Here

No comments.

Leave a Reply

*