TAHUKAH ANDA, Bulan Oktober itu Bulan Rosario ?

doa rosario

Suatu ketika pernah ada orang bertanya kepada saya, mengapa bulan Oktober itu sering disebut bulan Rosario? Sebuah pertanyaan yang sederhana, tetapi tidak mudah untuk menjawabnya. Saat itu, saya sendiri pun hanya bisa menjawab dengan sebuah senyuman simpul dan wajah tertunduk lesu. Terdorong oleh pertanyaan itu, saya mulai terdorong mencari sebuah jawaban.

Beruntung bahwa pada akhirnya saya menemukan sebuah jawaban dari catatan kuliah yang membahas tentang  Mariologi. Dalam tradisi Gereja, tampaknya Bunda Maria mendapat tempat yang cukup. Setidaknya ada empat ajaran atau dogma yang didedikasikan secara khusus untuk Bunda Maria.

  1. Dogma Mater Dei yang ditetapkan dalam Konsili Efesus tahun 431 di bawah pemerintahan Paus St. Celestinus I (10 September 422 – 27 Juli 432), mengajarkan Maria adalah benar-benar Bunda Allah karena kesatuannya dengan Kristus, Putra Allah.
  2. Dogma Maria Virgini yang ditetapkan pada tahun 649 dalam Sinode Lateran di bawah kepemimpinan Paus, St. Martinus I (5 Juli 649 – 16 September 655), mengajarkan bahwa Maria adalah seorang perawan; baik sebelum, selama dan sesudah melahirkan.
  3. Dogma Maria Immaculata yang  dikeluarkan oleh Paus Pius IX pada tanggal 8 Desember 1854. Dogma ini mengajarkan tentang Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. Bagi Gereja Katolik Roma, dogma Dikandung Tanpa Noda menjadi semakin penting setelah penampakannya di Lourdes pada tahun 1858.
  4. Dogma Maria Assumpta yang ditetapkan oleh Paus Pius XII , tanggal 1 November 1950 melalui Konstitusi Apostolik Munificentissimus Deus. Dogma ini menjelaskan tentang Bunda Maria ‘diangkat’ ke surga, dan bukan ‘naik’ ke surga. ‘Diangkat’ berarti bukan karena kekuatannya sendiri melainkan diangkat oleh kuasa Allah.

Selain ajaran atau dogma tentang Maria, Gereja pun memberikan ruang dan tempat bagi umat untuk berdevosi kepada Maria. Salah satunya adalah berdoa rosario. Dan secara khusus, Gereja menetapkan bulan Mei dan Bulan Oktober sebagai bulan Maria. Bulan Mei ditetapkan sebagai bulan Maria dalam hubungnya dengan Bunda Maria, yang menjadi Hawa yang Baru.  Sedangkan bulan Oktober, Gereja lebih menekankan sebagai bulan rosario.

Penetapan bulan Oktober sebagai Bulan Rosario berawal dari penetapan tanggal 07 Oktober sebagai Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Pesta ini ditetapkan oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1573, tetapi saat itu masih dirayakan khusus di gereja-gereja yang altarnya didedikasikan kepada Bunda Maria. Penetapan itu dilakukan dengan mengubah nama pesta tanggal 07 Oktober itu, yaitu dari Pesta Santa Perawan Maria Ratu Kemenangan menjadi Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Baru pada tahun 1716, Paus Klemens XI memperluas perayaan Pesta Ratu Rosario itu ke seluruh Gereja.

Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario rupanya dilatarbelakangi oleh kemenangan tentara Kristen atas tentara Turki Islam dalam pertempuran di Lepanto pada 07 Oktober 1571. Armada Turki sedang gencar-gencarnya memperluas daerah kekuasaan mereka. Mereka siap menguasai Eropa. Tentara Kristen kalah dalam hal jumlah dan persenjataan. Paus Pius V yang memimpin Gereja pada waktu itu, meminta seluruh Gereja berdoa dengan menggunakan Rosario kepada Bunda Maria untuk membantu tentara Kristen.bunda maria Dalam pertempuran di Lepanto di Teluk Korintus, meskipun pada awalnya tentara Kristen kalah angin, tetapi kemudian mereka berhasil membalik keadaan. Pada akhirnya pertempuran dimenangkan oleh tentara Kristen.

Kemenangan itu diyakini berkat bantuan Bunda Maria melalui doa rosario. Karena itu, tanggal 07 Oktober dinyatakan sebagai Pesta Santa Perawan Maria Ratu Kemenangan, yang kemudian diganti dengan Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Pesta ini merupakan ucapan syukur atas bantuan Bunda Maria melalui doa Rosario.

Maka baru tanggal 01 September 1883, Oktober ditetapkan sebagai Bulan Rosario oleh Paus Leo XIII. Bapa Suci meminta agar seluruh umat di paroki-paroki mendoakan Rosario dan Litani Santa Perawan Maria dari Loreto setiap hari pada bulan Oktober agar Bunda Maria membantu Gereja menghadapi aneka bahaya yang mengancam. Bapa Suci mengulangi permintaannya itu pada tahun berikutnya. Dalam ensikliknya, Octobre mense, 22 September 1891, Paus Leo XIII menyatakan bahwa Oktober dibaktikan dan dikuduskan kepada Santa Perawan Maria, Ratu Rosario.

(Diambil dari catatan kuliah Mariologi tahun  2007)

Pst. Maman Suparman, OSC


Copyright Paroki St. Laurentius - Keuskupan Bandung - 2012 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "parokilaurentiusbdg.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial.

Advertisement

Ads Here

No comments.

Leave a Reply

*