Gereja Katolik adalah TUBUH KRISTUS

Menyangkut Manusia – Gereja – Allah:
Gereja Katolik adalah TUBUH KRISTUS. Kristus “adalah Kepala Tubuh, tetapi Tubuh adalah Gereja” (Kol 1:18).

Yesus mendirikan Gereja-Nya diatas Kefas (Mat 16:18-19) dan kepada Kefas ini dipercayakan SEMUA domba-domba Kristus (Yoh 21:15-17).

Gereja dan Kristus adalah SATU meski terbedakan. Di sinilah Kristus diimani seperti yang diinginkan oleh Allah sendiri. Di sinilah Injil yang asli diwartakan dalam kepenuhannya. Tidak ada yang lain. Bahkan Sto Paulus mengatakan bahwa mereka yang memberitakan injil lain maka terkutuklah dia. (Gal 1:8-9)

Yesus juga mengajarkan kepada kita dari dalam Kitab Suci, untuk taat kepada hirarki (Luk 10:16): “Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.” Bukankah ketaatan total berarti harus pula menuruti ajaran yang diajarkan-Nya? Ketidak-tauan tidak mendatangkan dosa. Kalaupun tetap dihukum karena ketidak-tauannya, maka hukuman yang diganjarkan-Nya pastinya tidak seberat yang diganjarkan kepada mereka2 yang tau, bukan? Hal ini berlaku kepada umat Protestant yang memperoleh iman Protestant mereka dari para orang-tuanya. Sampai kepada batas ‘reason of age’, di mana kelak mereka berkewajiban mencari dan menemukan kepenuhan kebenaran yang sejati dan kembali ke dalam pangkuan Bunda Gereja Katolik yang kudus.

Adalah Martin Luther yang MELEMPAR KE LUAR ketujuh kitab yang telah dinyatakan kanonik sejak awal sejarah Gereja. Dia juga menolak surat kepada umat di Ibrani dan Kitab Wahyu. Dia juga menyebut Surat Yakobus sebagai: “sebuah surat dari jerami” karena Yohanes 2:14-26 bertentangan dengan teologi PRIBADINYAmengenai perbuatan-perbuatan baik. Mantan romo ini juga dengan berani MENAMBAHKAN kata ‘hanya’ (dalam Kitab Suci terjemahan bahasa Jerman-nya, yang masih dipergunakan sampai pada hari ini), yaitu pada ayat Roma 3:20:

“Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.” (Versi Katolik yang BENAR)

Dan Roma 4:15,

“Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.” (Versi Katolik yang BENAR) dan dia secara berani menyisipkan kata “saja” atau ‘Sola’ pada Roma 3:28.

“Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.” (Versi Katolik yang BENAR).

Kata “alone” ditolak oleh surat Yakobus. Penambahan kata “alone” meniimbulkan Protestantisme dan doktrin Sola Fide.

Menambah Kata “alone” berakibat parah dan sesat. Iman tanpa perbuatan adalah Mati! Silakan baca Yakobus dan surat Paulus yang lain terutama Fil 2:12, “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah KERJAKAN keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,” Mendiang pastor Martin Luther telah menyebarkan Injil lain yang baru yang tidak dikenal umat Kristen Perdan dan yang tidak sesuai dengan iman Gereja. (Gal 1:8-9)

PADAHAL, Kanon Kitab Suci yang aktual sama seperti yang kita pergunakan sampai hari ini selalu sama sejak setelah ditegaskan pada Konsili Roma pada tahun 382 dalam masa Paus Damasus, yang mencakup semua dan hanya ke-73 kitab yang dijunjung orang2 Katolik saat ini. Kanon ini telah diulangi di Konsili Hippo dan di Kartago (masing-masing pada tahun 393 dan 397 M) dan telah diulang-ulang sejak itu.

PENTING:
Kitab Suci Gereja Katolik itu diinspirasikan oleh Roh Kudus dan diberikan pertama-tama kepada Gereja-Nya untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan melengkapi orang-orang pilihan Allah yaitu umat Katolik agar mereka dapat melakukan perbuatan baik (2 Tim 3:16-17).
Karena Dia mengganjar yang benar dan menghukum yang jahat (Ibr 11:6).

“Dominus Illuminatio Mea!”–”Tuhan adalah Cahayaku.”

[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada Keselamatan. Thomas A Kempis, 'De Imitatione Christi II, 2, 2]
*>Credit to DeusVult, Evangelos
Sumber: Facebook Katolik Indonesia


Copyright Paroki St. Laurentius - Keuskupan Bandung - 2012 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "parokilaurentiusbdg.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial.

Advertisement

Ads Here

No comments.

Leave a Reply

*